Tampilkan postingan dengan label pena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pena. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

, , , , , , ,

Penulisan Judul yang Benar

Foto bersama sebelum pulang😍




Readers...
Maafin mimin baru sempat posting lagi. Sungguh maafkan.

Jadi pada hari Sabtu, 26-11-16 lalu, kelas diisi dengan agenda mengupas salah satu cerpen anggota kita yang bertajuk "Jumini" buah karya saudari Murni Newewe.

Cerita pendek yang mengisahkan seorang perempuan bernama Jumini tengah berjuang melewati cobaan diselingkuhi suami. Ia berupaya mempertahankan rumahtangganya biar apa pun yang terjadi. Namun ujian datang bertubi-tubi, seakan Tuhan benar-benar tak ingin Jumini jauh dari-Nya.
Kurang lebih kesalahan yang perlu diperbaiki adalah masih adanya beberapa kalimat kurang efektif, kemudian sedikit kata tidak sesuai ejaan bahasa Indonesia, bagian opening dan ending juga disebut-sebut kurang memikat. (Untuk mengupas tips opening dan ending yang memikat akan dibahas di lain waktu)
Namun, ide yang diangkat dalam cerita Jumini cukup baik; unik, berkarakter kuat, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Member mendiskusikan cerpen "Jumini"

Sempat juga dipertanyakan kenapa judulnya Jumini? Bukan yang lain, atau minimal ditambahin beberapa kata. Misalnya, Jumini dan Saputangan Kenangan, atau Kekuatan Terpendam Jumini, jangan satu tok. Hal itu dijawab santai penulisnya, "Karena suka aja, kayak unik gitu, boleh, kan?"

Minggu, 04 Desember 2016

, , , ,

Perempuan Cermin

Perempuan cermin, search image here

Aku sudah terbiasa hidup dalam cermin. Mulanya aku menggunakan cermin sebagai tempatku bersembunyi dari kemarahan Ayah. Ayah tidak dapat menemukanku di dalam cermin. Berbeda dengan Ibu, ia dapat melihatku. Dengan wajah penuh lebam Ibu menangis dan menyuruhku bersembunyi dalam cermin. Bahkan sebelum kematiannya Ibu berwasiat agar aku tetap hidup di dalam cermin, bersembunyi dari Ayah yang kejam. Mulai saat itu cermin menjadi rumah bagiku.

Aku menemukan segalanya dari cermin. Aku melihat semua kepura-puraan manusia dengan cinta rupa kata tak bermakna. Aku tertawa bak anak kecil yang bermain dengan kawan sebayanya. Melihat kelucuan manusia membuatku enggan keluar dari cermin. Aku juga enggan merasakan cinta yang kupercayai sebagai sebuah kebohongan. Aku tak ingin berjodoh sampai benar-benar kutemukan lelaki yang dapat menjadi cermin bagiku.

Senin, 21 November 2016

, , ,

Aku Hanya Seorang Pria Kesepian

Dokumen isimewa

Sepi, kujalani hari-hari
Pagi, siang, malam, terasa sunyi
Seperti hujan tanpa pelangi
Bagai malam tak berembulan. 

Kawan, kadang aku bertindak gila di depanmu
Berbuat onar, jahil tak karuan
Semata hanya untuk membuat kalian senang
Agar kalian tak meninggalkanku
Karena aku tak sanggup hidup sendiri