Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 April 2017

, , , ,
                                                                  Oleh : Havidz Antonio




Jika disuruh menuliskan semua prestasinya dibidang literasi, wah, bisa-bisa satu buletin ini penuh. Memenangi berbagai lomba baik lokal maupun nasional, karyanya tersebar di berbagai media koran dan majalah, termaktup dalam berbagai antologi cerpen. Dan karya terbarunya sekarang adalah sebuah kumcer berjudul, "Laba-laba yang Terus Merajut Sarangnya (UNSA Press, 2016)". Lelaki yang menyukai musisi Ebiet G. Ade dan group band Letto ini selalu murah senyum pada siapa saja.

Kamis, 08 Desember 2016

, , , , , , ,

Penulisan Judul yang Benar

Foto bersama sebelum pulang😍




Readers...
Maafin mimin baru sempat posting lagi. Sungguh maafkan.

Jadi pada hari Sabtu, 26-11-16 lalu, kelas diisi dengan agenda mengupas salah satu cerpen anggota kita yang bertajuk "Jumini" buah karya saudari Murni Newewe.

Cerita pendek yang mengisahkan seorang perempuan bernama Jumini tengah berjuang melewati cobaan diselingkuhi suami. Ia berupaya mempertahankan rumahtangganya biar apa pun yang terjadi. Namun ujian datang bertubi-tubi, seakan Tuhan benar-benar tak ingin Jumini jauh dari-Nya.
Kurang lebih kesalahan yang perlu diperbaiki adalah masih adanya beberapa kalimat kurang efektif, kemudian sedikit kata tidak sesuai ejaan bahasa Indonesia, bagian opening dan ending juga disebut-sebut kurang memikat. (Untuk mengupas tips opening dan ending yang memikat akan dibahas di lain waktu)
Namun, ide yang diangkat dalam cerita Jumini cukup baik; unik, berkarakter kuat, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Member mendiskusikan cerpen "Jumini"

Sempat juga dipertanyakan kenapa judulnya Jumini? Bukan yang lain, atau minimal ditambahin beberapa kata. Misalnya, Jumini dan Saputangan Kenangan, atau Kekuatan Terpendam Jumini, jangan satu tok. Hal itu dijawab santai penulisnya, "Karena suka aja, kayak unik gitu, boleh, kan?"