Oleh : Alvi Zahra Al-Alvia
Kita bersua, melangkah bersama
kau diam menerawang awan berarak
teriak dan tawa tak dapat kudengar
kau diam, aku sesak
Kau kembali, tapi tidak dengan arah
asamu
kau ke utara, aku ke selatan
kau diam, aku diam
hingga memaksaku untuk menjauh
Teriak dan tawa yang sempat terdengar
kini hilang
kata “sahabat sejati” menjadi mitos tak
berbukti
tak ada satu kata terucap dari hatimu lagi
kita mulai diracuni benci dan caci
Duhai hati
salahkah kau kenapa mesti berakhir
begini
kau remuk penuh patahan seperti ini
kau ingin pergi? Oke, kuturuti
Sudah, kita tak perlu bicara lagi
0 komentar:
Posting Komentar